ANALISIS DATA RATA-RATA SUHU PERMUKAAN LAUT BANDA
Gambar 1.1 Peta Distribusi Suhu Permukaan Laut Wilayah Laut Banda
Gambar 1.2 Grafik Rata-Rata Suhu Permukaan Laut Banda
Analisis Peta Spasial Suhu Permukaan Laut
Laut Banda adalah sebuah cekungan perairan (basin) yang terletak di Kepulauan Maluku, Indonesia. Laut Banda memiliki karakteristik oseanografi yang menarik karena dikelilingi pulau-pulau dan juga selat sebagai jalur perlintasan Arlindo. Sirkulasi dan karakteristik massa air di Laut Banda dipengaruhi kuat oleh angin monsun. Suhu di Laut Banda sangat berbeda secara spasial, menurut peta distribusi suhu permukaan laut (SPL) pada tanggal 1 Januari 2011. Pola ini menunjukkan fenomena upwelling di bagian selatan Laut Banda, yang menyebabkan penurunan suhu permukaan laut akibat pengangkatan air dingin dari lapisan bawah. Bagian utara dan tengah laut Banda memiliki suhu yang lebih tinggi, berkisar antara 29,35°C hingga 30,35°C (302,5 K–303,5 K), dan bagian selatan memiliki suhu yang lebih rendah, berkisar antara 27,35°C hingga 28,35°C (300,5 K–301,5 K).
Grafik Rata-rata Suhu Permukaan Laut
a. Grafik Deret Waktu
Grafik ini menunjukkan pola musiman yang jelas dalam perubahan suhu permukaan laut dari tahun 2011 hingga 2025. Musim barat (Desember hingga Maret) biasanya memiliki suhu tertinggi. Musim timur (Juni hingga September) biasanya memiliki suhu terendah. Perubahan angin monsun dan fenomena upwelling, yang menurunkan suhu permukaan laut selama musim timur, memengaruhi siklus ini. Grafik pertama memperlihatkan fluktuasi suhu bulanan (atau mingguan) yang diwakili oleh garis merah.
b. Grafik Suhu Permukaan Laut Tahunan
Rata-rata Suhu permukaan laut Laut Banda secara tahunan relatif stabil, berkisar antara 27,35°C dan 30,35°C, dan tidak mengalami variasi ekstrim dari tahun ke tahun. Suhu permukaan laut setiap tahun tidak menunjukkan kenaikan atau penurunan yang signifikan, meskipun terdapat variasi besar selama musim (Nurafifah et al., 2022). Hasil grafik batang menunjukkan bahwa rata-rata suhu tahunan Laut Banda tidak menunjukkan tren kenaikan yang signifikan sepanjang periode 2010-2025. Hal ini mendukung penelitian oleh Roxy et al. (2014) yang menyatakan bahwa suhu permukaan laut di wilayah maritim Indonesia cenderung stabil meskipun secara global terjadi pemanasan laut. Variasi suhu yang relatif kecil ini juga mendukung stabilitas ekosistem laut di wilayah Laut Banda yang mendukung keanekaragaman hayati tinggi (Tomascik et al., 1997). Dari grafik yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa suhu permukaan laut di Laut Banda relatif stabil setiap tahun, dengan sedikit fluktuasi musiman yang dapat dikaitkan dengan fenomena ENSO dan monsun regional. Tidak ada indikasi tren pemanasan laut yang signifikan selama periode 2010-2025. Hal ini penting untuk memahami dinamika iklim lokal di Indonesia serta sebagai dasar pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa analisis jangka panjang dengan data lebih rinci (misalnya dekadal) masih diperlukan untuk mendeteksi potensi tren pemanasan laut jangka panjang akibat perubahan iklim global.
Suhu permukaan laut di Laut Banda relatif stabil secara tahunan, baik secara spasial maupun temporal. Secara spasial, upwelling menurunkan suhu di bagian selatan, tetapi secara temporal, suhu mengalami fluktuasi musiman yang konsisten karena monsun dan fenomena iklim global seperti ENSO.
Menurut Trenberth et al. (2014) dalam studinya tentang variabilitas suhu permukaan laut global, variabilitas suhu permukaan laut di wilayah tropis seperti Laut Banda memang relatif stabil dibandingkan dengan wilayah lintang tinggi. Hal ini disebabkan oleh rendahnya variabilitas musim dingin dan panas yang ekstrem di daerah tropis. Penelitian oleh Sprintall et al. (2019) juga menunjukkan bahwa Laut Banda merupakan bagian dari Indonesian Throughflow yang memainkan peran penting dalam mendistribusikan panas dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia. Arus ini membantu menjaga kestabilan suhu permukaan laut di wilayah tersebut. Selain itu, fenomena iklim global seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO) juga memengaruhi suhu permukaan laut di Laut Banda. Penelitian oleh Taschetto et al. (2014) menyebutkan bahwa selama peristiwa El Niño, suhu permukaan laut di wilayah Indonesia bagian timur cenderung meningkat akibat perubahan arah angin dan arus laut. Hal ini tercermin dalam grafik garis yang menunjukkan adanya puncak suhu di beberapa periode, seperti tahun 2016 dan 2024, yang kemungkinan terkait dengan peristiwa El Niño yang kuat. Sebaliknya, peristiwa La Niña dapat menurunkan suhu permukaan laut di wilayah ini (Lau & Nath, 2000).
DAFTAR PUSTAKA
Agil Akbar Fahrezi, Ervika Putri Wulandari, Muhammad Arrafi, Riki Ridwana, & Shafira Himayah. (2022). Analisis Sebaran Suhu Permukaan Laut Di Laut Banda Tahun 2017 – 2019 Menggunakan Data Dari Sensor Amsr-2. Jurnal Kelautan Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 15(1), 81–90. https://doi.org/10.21107/jk.v15i1.9357
Bambang Sukresno, & Kasa, I. W. (2008). DYNAMICAL ANALYSIS OF BANDA SEA CONCERNING WITH EL NINO, INDONESIAN THROUGH FLOW AND MONSOON BY USING SATELLITE DATA AND NUMERICAL MODEL. ECOTROPHIC Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), 3(2).
E. Nugraha, Gunawan, R., S. Danapraja, Yusrizal, A. Kusdinar, Waluyo, A. S., J. Hutajulu, H. Prayitno, Halim, S., & Sutisna, D. H. (2020). The sea surface temperature effect on the length and size of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) catches in the Banda sea, Indonesia. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation, 13(1), 1–18.
Nurafifah, U. O., Zainuri, M., & Wirasatriya, A. (2022). Pengaruh ENSO dan IOD Terhadap Distribusi Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a Pada Periode Upwelling di Laut Banda. Indonesian Journal of Oceanography, 4(3), 74–85. https://doi.org/10.14710/ijoce.v4i3.14971
Try Al Tanto, & Riswanto Riswanto. (2022). Kajian Suhu Permukaan Laut (SPL) Menggunakan Analisis Deret Waktu di Perairan Laut Banda. Jurnal Kelautan Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 15(3), 270–279. https://doi.org/10.21107/jk.v15i3.14386
Komentar
Posting Komentar